TransparanNews,Instagram dikabarkan tengah mempertimbangkan peluncuran aplikasi mandiri untuk fitur Reels, sebuah langkah yang diyakini sebagai strategi Meta dalam menghadapi ketidakpastian masa depan TikTok di Amerika Serikat (AS). Langkah ini juga menunjukkan upaya Instagram untuk memperkuat dominasinya di segmen video pendek, yang saat ini masih dikuasai oleh TikTok.
Rencana Peluncuran Aplikasi Mandiri Reels
Dilansir dari BBC News, Kamis (27/2/2025), Pimpinan Instagram Adam Mosseri dikabarkan akan segera meluncurkan fitur tersebut sebagai aplikasi terpisah dalam waktu dekat. Meskipun demikian, hingga saat ini, Meta selaku perusahaan induk Instagram belum memberikan pernyataan resmi terkait pengembangan dan jadwal rilis aplikasi tersebut.
Langkah ini dianggap sebagai respons atas ketidakpastian hukum yang dihadapi TikTok di AS. Pada Januari lalu, Presiden AS Donald Trump memberikan perpanjangan waktu 75 hari kepada TikTok untuk mematuhi undang-undang baru yang ditandatangani oleh Presiden Joe Biden. Undang-undang ini mengharuskan TikTok untuk menjual sahamnya atau menghadapi larangan beroperasi di AS.
Kontroversi Larangan TikTok di AS
Pemerintahan Biden berpendapat bahwa TikTok, yang memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS, dapat digunakan oleh China untuk aktivitas mata-mata serta manipulasi politik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan pejabat pemerintah, yang berusaha membatasi pengaruh teknologi asal China terhadap masyarakat AS.
Namun, pihak yang menentang larangan ini berargumen bahwa kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip kebebasan berbicara. Mereka juga menilai bahwa TikTok telah menjadi platform penting bagi kreator konten dan bisnis kecil di AS, sehingga larangan tersebut dapat berdampak negatif pada ekonomi digital.
Instagram Berusaha Menyaingi TikTok
Sejak TikTok meraih popularitas global, Meta telah beberapa kali mencoba menghadirkan pesaing yang mampu menyaingi dominasi TikTok. Pada tahun 2018, perusahaan ini sempat meluncurkan Lasso, sebuah aplikasi berbasis video pendek yang bertujuan menarik pengguna muda. Namun, aplikasi tersebut gagal mendapat perhatian luas dan akhirnya ditutup.
Dengan meningkatnya tekanan terhadap TikTok di AS, Instagram melihat peluang besar untuk memperkuat posisinya di pasar video pendek. Jika aplikasi Reels terpisah benar-benar dirilis, Instagram dapat lebih leluasa mengembangkan fitur-fitur baru tanpa harus bergantung pada platform utamanya.
Upaya Instagram untuk meluncurkan aplikasi Reels secara mandiri menunjukkan keseriusan Meta dalam menghadapi TikTok, terutama di tengah ketidakpastian regulasi di AS. Dengan strategi ini, Instagram berusaha memanfaatkan momentum ketidakpastian TikTok untuk menarik lebih banyak pengguna. Namun, apakah langkah ini akan berhasil? Itu masih menjadi tanda tanya besar, mengingat persaingan di dunia media sosial semakin ketat dan pengguna semakin selektif dalam memilih platform yang mereka gunakan.